4 Faktor Yang Mempengaruhi Obesitas Pada Orang Dewasa : Part 1

4 Faktor Yang Mempengaruhi Obesitas Pada Orang Dewasa

Selain dipengaruhi oleh faktor genetic, fisiologis, dan psikologis, obesitas juga dipengaruhi oleh faktor lain, yaitu

1. Menurunnya Fungsi Kelenjar Tiroid

Hormon tiroid yang dihasilkan kelenjar tiroid dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kesehatan dan aktivias sel tubuh.Selain itu, kelenjar tiroid merupakan thermostat bagi metabolism tubuh, mengontrol suhu tubuh, pemakaian energi, dan pertumbuhan pada anak-anak.

Jika kelenjar tiroid tidak bekerja dengan baik maka salah satunya akan mengurangi kinerja metabolisme dalam tubuh sehingga bisa mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Penderita obesitas yang mengalami gangguan kelenjar tiroid biasanya tidak terdeteksi dengan baik sehingga pola penyembuhan pun berjalan salah.Kebanyakan penderita gangguan kelenjar tiroid adalah perempuan. Gejala-gejala yang biasa munvul pada gangguan kelenjar tiroid adalah :

–        Berat badan meningkat dan susah diturunkan;

–        Kaki dan tangan yang dingin;

–        Suhu tubah terlampau rendah;

–        Sensitive terhadap cuaca dingin;

–        Depresi;

–        Persendia sakit;

–        Insomnia;

–        Gangguan haid;

–        Kulit kering;

–        Mata sering terinfeksi;

–        Telinga sering berdenging;

–        Pusing dan pening; dan

–        Gairah seks menurun.

4 Faktor Yang Mempengaruhi Obesitas Pada Orang Dewasa  Part 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Gangguan Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan berfungsi untuk menguraikan makanan dan penyerap nutrisi. Jika fungsi normalnya terganggu maka penyerapan nutrisi yang penting akan terganggu dan tubuh mengalami kesulitan untuk mempertahankan berat badan ideal.

Jika pancreas sebagai salah satu organ pencernaan mengalami gangguan maka produksi enzim lipase, amylase, dan protase akan menurun. Padahal enzim-enzim tersebut berfungsi memecah dan mengansorpsi lemak. Gangguan system pencernaan bisa berwujud :

–        Indigestion (rasa tidak nyaman setelah makan);

–        Irritable bowl syndrome (penyakit noninflasi kronis yang ditandai dengan diare atau konstipasi);

–        Diverticular disease dysbiosis (keadaan flora bakteri lambung yang berubah);

–        Konstipasi (sulit buang air besar);dan

–        Gastritis ( radang lambung.

 

Baca Part 2 DI SINI