Pengertian dan Teori Diet Makrobatik

Pengertian dan Teori Diet Makrobatik 

Jenis diet yang kelima yakni diet makrobiotik. Barangkali diet kelima ini terdengar asing karena tidak banyak orang mengetahuinya. Diet ini merupakan diet modern. Diet ini menghubungkan pola makan dan yoga. Dari pola tersebut dapat diketahui bahwa diet ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang, tetapi orang yang sudah paham mengenai yoga.

Pada dasarnya diet ini sangatlah membatasi pada konsumsi makanan dan minuman seperti susu, telur, daging berlemak dan semua makanan yang mengandung lemak. Sebagai pengganti lemak, diet ini diharuskan mengonsumsi semua jenis kacang-kacangan, ikan, buah, serta aneka jenis sayuran.

Bagi yang ingin melakukan diet ini dengan maksimal, sebaiknya menerapkan pola makan vegetarian. Dengan pola ini, anda dapat menurunkan berat badan hingga empat kilo setiap bulannya.

Sayangnya diet ini rentan terhadap kekurangan kalsium bagi tubuh. Selan itu, diet ini banyak menuai kritikan karena kurangnya asupan gizi pada tubuh. Seseorang yang melakukan diet ini dalam jangka waktu yang panjang sangat rentan mengalami pengeroposan tulang.

Pengertian dan Teori Diet Makrobatik

Hal ini disebabkan tulang yang seharusnya mendapat kalsium yang cukup dari makanan dan keju, kemudian sama sekali tidak mendapatkan kalsium. Tubuh pun hanya mendapat kalsium dari sayur dan buah-buahan. Jumlah yang diapat pun sering kali kurang, sehingga menyebabkan pengeroposan tulang. Meskipun demikian, banyak yang tertaik melakukan diet ini karena berat badan dapat turun dan cenderung mudah untuk dilakukan.

Apakah anda termasuk orang yang setuju dengan diet ini dan mau menjadi vegetarian? Jika iya, maka anda cocok melakukan jenis diet ini. Tentu saja setelah anda mempertimbangkan baik dan buruknya ketika melakukan diet tersebut.