Bisakah Umur di Perpanjang | Kasus Penangan Tepat vs Telat

Bisakah Umur di Perpanjang | Kasus Penangan Tepat vs Telat

Dalam praktik sehari-hari, saya meemukan banyak orang yang dapat “diperpanjang hidupnya” bila mendapat pertolongan yang tepat pada saat yang tepat. Batas antara hidup dan mati kadang terasa begitu tipis. Waktu sangat berpengaruh dalam pertolongan sesorang, seperti contoh kasus berikut:

Kasus Pertama

Seorang anak yang berusia 3 tahun diantara ke IGD oleh orangtuanya yang panic, karena ankany demam tinggi dan kejang-kejang. Ketika di IGD, tiba-tiba anak tersebut berhenti bernapas, dadanya berhenti bergerak sehingga orangtuanya menjadi panic dan histeris.

Analisa dilakukan secara cepat, anak tersebut menderita kejang demam, kejang hebat yang menyebabkan kesadaran anak menurun sehingga otot lidah lumpuh dan menutupi jalan napas. Akibatnya, mesin tubuh tidak bisa memasukkan oksigen melalui jalan napas. Bila berlangsung lebih dari lima sampai sepuluh menit, anak ini akan meinggal.

Langkah cepat diambil denga dengan memakai ujung sendok(alat terdekat yang bsia dipakai) dan menekan pangkal lidah ke arah depan untuk membebaskan sumbatan jalan napas oleh lida. Napas pasien kembali terdngan dan langsung dilanjutkan prosesdur pemberantasan kejang. Pasien akhirnya dapat diselamatkan dan dipulangkan sesudah 2 hari perawatan.

Kasus Kedua

Seorang laki-laki dengan usia sekitar 50 tahun dibawah ke IGD dalam kondisi tidak sadar, setelah sebelumnya mengalami muntah-muntah, sakit kepala hebat, dan kadang-kadang kejang. Pada pemeriksaan ditemukan tekanan darahnya 220/110 mmHg. Tidak ditemukan kelumpuhan anggota gerak.

Analisisnya, pasien menderita krisis hipertensi, darah tingginya dalam kondisi gawat, terlambat ditolong akan terjadi stroke pendarahan otak.

Tindakan cepat dilakukan dengan memberikan obat darah tinggi dalam bentuk puyer di bawah lidah. Sepuluh menit kemudian, tekanan darah turun menjadi 180/90 mmHg, sesudah 20 menit, tekanan darahnya menjadi 160/90 mmHg. Pasien tersadar kembali, tidak muntah lagi, meskipun masih lemah dan pusing. Pasien dipulangkan sesudah sehari perawatan dengan dibekali obat darah tinggi dan petunjuk cara mengontol penyakitnya.

Kasus Ketiga

Seorang ibu melahirkan bayi ketiganya di ruang persalinan. Lima belas menit kemudian si ibu tampak pucat, berkeringat dingin dan banyak mengeluarkan darah dari jalan lahi. Segera dilakukan pemasangan infuse dan dilakukan pemeriksaan saksama. Ternyata, ada robekan pada mulut rahim (porsio) yang menyebabkan pendarahan sehingga darah terus mengalir tidak berhenti. Bila terlambat, pasien bisa meninggal Karena kehabisan darah. Segera dilakukan penjahitan terhadap robekan tersebut dan pendarahan berhasil dihentikan setelah dirawat bebera hari, ibu dan bayinya pulang dalam kondisi selamat.

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa waktu sangatlah penting. Terlambat 10 menit saja nyawa bisa melayang.

Bisakah Umur di Perpanjang | Kasus Penangan Tepat vs Telat

Kasus-Kasus yang Menyebabkan Kematian Akibat Telat Penanganan

Kita lihat lagi contoh pasien yang tidak dapat diperpanjang hidupnya Karena terlmabat dibawa berobat:

Kasus Telat 1

Seorang bayi berusia 6 bulan dibawa ke IGD dalam kondisi lemah dan tidak sadarkan diri. Dari pemeriksaan diketahui bahwa bayi tersebut telah muntah-muntah dan buang air besar selama 2 hari. Selama itu pula orangtuanya mengobati sendiri dengan obat yang dibeli di warung. Petugas memerlukan waktu hampir 15 menit untuk memasang infuse karena pembuluh darah bayi tersebut tidak jelas akibat kekurangan cairan. Seasatt setelah infus terpasang, sang bayi meninggal dunia.

Seandainya bayi tersebut di bawa kerumah sakit lebih awal, mungkin kematian tidak terjadi.

Kasus Telat 2

Seorang anak berusia 10 tahun di bawa ke IGD dalam kondisi sering kejang dan mengamuk, serta menggigit orangtuanya dalam sehari terakhir. Dari pemeriksaan didapatkan bahwa anak tersebut digiti angjing liar sebulan yang lalu. Karenalukanya kecil dan besoknya langsung kering, si anak tidak dibawa berobat. Ketika dites dengan memberikan air minum, si anak mundur ketakutan, menunjukkan bahwa ia mengalami hidrofobia atau takut terhadap air. Inilah tanda penyakit rabies (penyakit anjing gila).

Virus rabies telah menjalar sampai ke otak dalam satu bulan. Dalam kondisi ini kemungkinan untuk selamat sangat kecil. Pasien meninggal beberapa jam kemudiam

Seandainya pasien dibawa saat digigit anhing 1 bulan sebelumnya dan diberi vaksin antirabies, kemarian ini tidak perlu terjadi. Orangtua yang digigit ankanya (yang terkena rabies) segera diberi vaksinasi anti rabies agar tidak terkena rabies juga.

Kasus Telat 3

Seorang bayi berusia 2 tahun dibawa ke IGD setelah kejang-kejang seharian tidak berhenti. Pasien terlambat dibawa karena dianggap sakit keteguran (sakit akibat gangguan jin)dan berobat ke dukun. Beberapa dukun tidak berhasil menyembuhkan sehingga ia pun di bawa ke dokter. Hasil pemeriksaan menyatakan anak tersebut menderita demam tinggi dengan kejang pada seluruh tubuh. Kemungkinan awalnya adalah suatu kejang demam sederhana atau mungkin juga suatu radang otak dan karena tidak segera ditanggulangi dapat diatasi, tetapi pasien tidak pernah sadar kembali dan akhirnya meninggal dunia.

Seandainya pasien dibawa saat permulaan kejang mungin hasilny akan beda.

Tampak dari contoh-contoh di atas, hidup manusia dapat diperpanjang dengan pengobatan yang tepat, pada watu yang tepat, atau bisa terjadi sebaliknya. Adakah cara lain untuk memperpanjang hidup? Apakah hidup hanya dapat diperpanjang pada saat kita sakit saja? Sebenarnya yang paling berpengaruh dalam memperpanjang hidup adalah pencegahan.

Sebelumnya sudah disebutkan

“Sakit adalah pintu gerbang kematian. Secara logika jika ingin panjang umur, jauh-jauhlah dari pintu itu”

Artinya, jangan sakit. Bagaimana agar jangan sakit? Lakukan pencegahan. Bagaimana cara pencegahan? Banyak memvaca da mencari informasi tentang kesehatan dan tetap membaca website ini.

Banyak sekali factor yang menyebabkan seorang pasien terlambat dibawa untuk mendapat pertolongan. Salah satunya adalah ketidaktahuan dan yang lainnya adalah takdiw.

Sering kali, kemarian seseorang dihubungkan dengan takdir. Saya pribadi sangat percaya dengan takdir. Adalah takdir seorang manusia untuk dapat diselamatkan atau tidak. Bila Allah swt menginzinkan, maka ia akan selamat dengan berbagai cara. Bila tidak, apapun yang dilakukan akan gagal, itulah takdiw. Dokter hanya sebagai perantara saja. Dan, bila telah melakukan segala sesuatu yang terbaik dan akhirnya gagal, itulah takdir.

Jadi, sebelum kita mengalami hal serupa, alangkah baiknya untuk mencegah jauh-jauh hari sebelum penyakit berat itu tiba. Milikilah sebuah gaya hidup yang sehat dengan smart detox.