Cara Gaya Hidup Sehat Modern untuk Umur yang Panjang | Pendahuluan

Cara Gaya Hidup Sehat Modern untuk Umur yang Panjang | Pendahuluan

Dua puluh lima tahun telah berlalu. Hiruk pikuk suasana wisuda dokter fakultas kedokteran UI masih terbayang jelas di depan mata. Suasana gembira, bangga, penuh taw aria merayakan kemenangan karena telah menyelesaikan semua materi kuliah kedokteran tepat pada waktunya. Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Berbagai ilmu mengenai tubuh manusia baik dari segi anatomi, biokimia, histology, fisiologi, patolofi, patofisiologi, parasitologi dan lainnya dalam Bahasa Latin yang asing akhirnya berhasil diselesaikan.

Setelah tiga tahun menyeleaikan tahap praklinik dengan mempelajari teori, suasana kedokteran mulai terasa ketika memasuki tahap klinik. Tahap ini memperkenalkan saya dengan panyakit-penyakit, pengobatannya dan jadwal jaga malam yang sangat melelahkan. Capek sekali kalau mengingat semuanya kembali, begitu rumitnya tubuh manusia seakan-akan tidak ada habis-habisnya untuk dipelajari.

Akhirnya sebuah gelar telah boleh ditambahkan di depan nama. Gelar dokter yang menjadi cita-cita. Namun, di balik itu semua terbersit perasaan cemas dan was-was. Sudah siapkah saya menyandang gelar itu? Di mana ilmu ini akan saya terapkan? Sudah cukupkah bekal yang saya dapatkan? Sesame teman saling bertukar informasi tujuan tugas nanti. Ada perasaan sedih ketika harus berpisah dengan teman-teman yang telah melewati suka duka selama enam tahun.

Singkat kata, seetlah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya jatuhlah pilihan untuk inpres ke provinsi Jambi tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung (sekarang Tanhung Jabung Timur) di ujung TImur Pulau Sumatera. Di sinilah karier dan pengamatan sebagai seorang dokter dimulai.

Awal Bertugas di Dusun

Awalnya bertugas di sebuah kecataman dengan puluhan ribu penduduk yang terisolir dari kota merupakan suatu tugas yang berat. Dokter dianggap serba bisa dan harus mampu menyelesaikan semua masalah kesehatan yang ada. Semua bidang spesialis harus dikuasai. Semua ilmu yang dipelajari digali kembali. Untunglah bekal ilmu yang diperoleh saat kuliah sangat membantu. Terima kasih kepada semua dosen pembimbing yang telah mempersiapkan segala ilmu yang dibutuhkan.

Bertugas bertahun-tahun di lokasi yang sama dengan masyarakat yang sama menjadi berkah tersendiri. Saya berksempatan menyaksikan dan mengamati proses tumbuh kembang manusia seutujnya, mulai dari saat dalam kandungan, saat ketika dilahirkan, memberikan imunisasi pencegahan penakit ketika bayi, mengobati saat sakit, melihat sang bayi tumbuh dewasa, menikah dan melahirkan lagi, meihat bagaimana manusia bertambah tua setiap hari, jatuh sakit, meninggal dunia. Ada yang meninggal di usia bayi, anak-anak, dewasa atau meninggal dunia di usia tua.

Usia tua? Setua apa? Di sini, meninggal di usia 70 tahun sudah dianggap wajar. Jika bertanya pada keluarganya apa penyebab meninggalnya seseorang, sering didapat jawaban yang pasrah, “Biasa, sakit tua…” sungguh disayangkan karena jika kita melhat di belahan lain dunia, banyak sekali manusia yang bisa hidup mencapai umur lebih dar 100 tahun dan tetap sehat, bisa berkativitas secara normal, apa rahasinya?

Saya juga menyaksikan banyaknya kelalian dan kesalahan yang dilakukan manusia sehingga memperpendek usia mereka.penderita baru dibawa berobat pada tahap tidak bisa diobati lagi, padahal sakitnya sudah berminggu-minggu. Penderita yang digigit anjing gila, baru dibawa berobat sesudah satu bulan karena kejang-kejang. Virus rabies telah mencapai otak penderita, sehingga hampir pasti tidak bisa diselamatakan lagi. Beberapa anak penderita demam berdarah baru dibawa berobat pada tahap syok dengan pendarahan hebat karena orangtuanya tidak menyangka bahwa anaknya terkena demam berdarah. Akibatnya, perlu usaha intensif untuk bisa menyelamatkan sang anak. Dan banyak lagi contoh-contoh lain yang sebenarnya tidak perlu terjadi jika masyaratkat memiliki pengetahuan lebih tentang kesehatan.

Suka duka dan pengalaman yang saya peroleh sungguh tidak dapat dinilai dengan uang. Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan kepercayaan dan kesempatan yang sangat berharga ini.

Cara Gaya Hidup Sehat Modern untuk Umur yang Panjang Pendahuluan

Hasil Pengamatan dan Analisa Bertahun-tahun

Dari hasil pengamatan, analisa dan pengalaman yang saya dapat selama ini, saya mendapat suatu gambaran bahawa pada dasarnya manusia terdiri dari roh (jiwa) dan tubuh fisik. Tubuh fisik manusia dapat disapaikan seperti sebuah mesin yang canggih yang bekerja secara otomatis dan dikontrol oleh sebuah computer yang super canggih yaitu otak manusia.

Mesin tubuh, layaknya sebuah mesin perlu perawatan agar tetap awet dan bisa tahan lama. Tanpa kita sadari sebagian besar dari kita telah membiarkan mesin tubuh ita berjalan apa adanya. Membiarkan semuanya berjalan secara otomatis, jika lapar kita makan, jika haus minum, jika sakit mencari obat atau ke dokter. Kita mungkin tidak mengerti apakah yang kita lakukan akan membuat tubuh kita awet atau tidak.

Yang lebih ironis lagi, selain tidak paham dnegna mesin tubuh sendiri, kebanyakan kita tidak menaruh perhatian akan kesehatan tubuh sendiri. Ketika membuka video-video youtube, saya menemukan hal yang sangat bertolak belakang, video gangnam style dari korea yang popular dengan hiburan lagu dan tariannya ditonton lebih dari satu miliar kali, tepatnya 1.578.109.004, sedangkan video Elizabeth Blackburn, salah seorang pemebang nobel fisiologi dan kedokteran tahun 2009, yang menceritakan tentang telomere, harapan memperpanjang usia, menunda penuaan, dan member harapan pengobatan kanker masa depan hanya ditonton sebanyak 33.028 kali. Apakah ini yang memberikan gambaran bahwa manusia lebih mementingkan hibunran daripada memperhatikan kesehatannya sendiri? Mungkin ya, mungkin tidak. Namun, sulit untuk membantah kenyataan bahwa kebanyakan dari kita mngkin lebih memahami cara merawat mobil barunya daripada mesin tubuhnya sendiri.

Tiap hari sebelm kerja kita harus memanaskan mobil terlebih dahulu, kapan harus ganti oli, bahan bakarnya menggunakan pertmawax atau premium, berapa ukuran angin ban depan dan belakang, mengontrol air aki, minyak rem, dan sebagainya. Bayangkan apa yang terjadi bila mobil dengan bahan bakar bensin kita isi dengan solar, atau campuran besin solar, air aki kehabisan, minyak rem kosong, mesin mobil yang dibuat oleh pabrik sekalipun, yang seharunya tahan sampai 20 tahun akan rusak dalam 5 tahun. Atau bahkan kurang. Tubuh kita adalah mesin terbaik ciptaan tuhan. Sama dengan mobil, bila dengan perawatan dan penjagaan yang baik, diharapkan bisa bertahan tetap sehat sampi masa habis yang ditargetkan.

Lalu, bagaimana dengan saya sendiri? Saya baru menyadari pentingnya perawatan ketika suatu hari saya jatuh sakit. Tekanan darah naik menjadi 160/100 mmHg, jantung sering berdebar-debar, dada terasa penuh, dan sering terkena serangan sleep apnea (mendadak terbangun saat tidur seperti berhenti bernapas). Ketika memandang wajah di depan cermin, saya hampir tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Tampak wajah seorang laki-laki paruh baya dengan rambut memutih dan tipis, berkaca mata plus tanda oto mata yang melemah dengan kerut-kerut di dahi. Ke manakah wajah anak muda yang segar energik tanpa kacamata, rambut hitam, muka segar saat pertama kali bertugas?

Waktu telah mengubah segalanya. Dua puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat dan membiarkan mesin tubuh tidak terawatt sekian lama adalah sebuah kealalaian terbesar dalam hidup saya. Hal ini telah membangkitkan saya dari tidur panjang, timbul kesadaran bahwa saya juga seorang manusia. Dokter juga manusia, layaknya sebuah mesin yang sudah terpakai sekian lama, perlahan tapi pasti akan menuju kearah penurunan fungsi dan kerusakan.

Membayangkan kembali apa yang saya lakukan selama ini, terlalu asyik dalam menjaga dan mengobati sekain banyak mesin manusia, saya sendiri telah lalai untuk menjaga dan merawata mesin sendiri. Kurang istirahat, makan tidak teratur, stress, dan tekanan pekerjaan semakin mempercepat penuaan dan kerusakan tubuh. Saya sendiri harus banting setir, mengubah semua kebiasaan dan gay ahidup yang tidak sehat dan memulai hidup baru.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi rahasia kehidupan, rahasia umur manusia dan penemuan-penemuan terbaru agar seorang manusia dapat hidup awet muda dan panjang umur. Selain itu, salah satu ketakutan memasuki usia tua adalah kanker yang bisa datang setiap saat tanpa diundang. Saya juga mencari rahasia untuk mencegah kangker atau mengurangi risiko terkena kanker.

Langkah selanjutnya adlaah menerapkan langusng dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dengan mengundurkan diri dari jabatan-jabatan yang bisa menimbulkan stress. Menghentikan olahraga favorit saya yang sudah saya lakukan sejak muda yaitu bulu tangkis dan futsal, serta menggantinya dengan berjalan pagi 30 menit sampai 1 jam sesuai umur dan kesehatan jantung. Melakukan diet menurunkan berat badan karena kelebihan berat badan saya sekitar 16.53 kg. mengatur agar bisa tidur sekitar 7-9 jam sehari. Mengatur pola makan dengan memperbanyak makan sayuran dan buah-buahan, mengurangi makanan yang berlemak dan gorengan, serta menghingdari bahan-bahan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

Hasil yang saya capai selama 6 bulan sangat memuaskan, berat badan saya turun 14 kg dari 83 kg menjadi 69 kg. tekanan darah yang biasnaya 160/100 mmHg dan harus diturunkan dengan obat-obatan, sekarang tinggal 110/80 mmHg, terkadang 120/90 mmHg tanpa obat (dengan control ketat pemeriksaan tekanana darah sendiri sebanyak tiga kali sehari). Kondisi jantung yang sering berdebar-debar menjadi normal, serangan sleep apnea menghilang, dada terasa lega, dan badan jadi segar. Saya mulai mendapatkan kembali kesehatan yang telah saya lalaikan selama 25 tahun.

Seorang dokter yang sudah tiap hari mengerti dan bekerja dalam bidang kesehatan saja bisa lalai. Bagaimana dengan orang lain? Saya merasa perlu mengingatkan yang lainnya agar bisa memulai hidup baru yang sehat sesegera mungkin.

Website ini adalah hasil pencarian dr. Djony Lisman mengeai rahasia umur manusia, rahasia awet muda, dan panjang umur dan juga factor-faktor yang bisa mempengaruhi umur manusia dan rahasia pencegahan kanker.

Tidak ada kata terlambat untuk menjaga kesehatan, mulailah sekarang. Better late than never.