Gangguan Makan Kompulsif: Makan sampai begah

Gangguan Makan Kompulsif: Makan sampai begah

Orang yang mengalami gangguan makan kompulsif, sering hilang kendali saat makan. Saat episode berlangsung, ia makan sembunyi-sembunyi dengan cepat sampai begah kekenyangan. Penderita juga seringkali makan meski tidak merasa lapar.

Setelahnya ia merasa malu, bersalah, dan tertekan karena kebiasaannya ini. Bedanya dengan bulimia nervosa, gangguan makan kompulsif tidak diikuti dngan perilaku kompensasi seperti muntah, puasa atau olahraga berlebihan.

Karena itu, biasanya gangguan makan kompulsif ini bertubuh gemuk dna berisiko mengalami penyakit lain, seperti penyakit jantung.

Orang-orang yang makan secara kompulsif dapat dicetuskan karena depresi atau sebagai pelampiasan emosi. Bisa juga karena diet sehingga ia akhirnya kelaparan dan malah lepas kendali saat bertemu makanan. Penderita seringkali juga seorang alkoholik, bertindak tanpa piker panjang (perilkau kompulsif), merasa kurang bertangguuna jawab terhadap diri sendiri, dan meras dikucilkan dari lingkungan.

Namun, mereka umumnya menyadari dan kesal akan gangguan makanannya ini, yang berujung pada depresi. Selain itu, karena kegemukan yang dialami, beberapa penyakit juga dapat lebih mudah hinggap.

Misalnya diabetes, hipertensi, kolestrol tinggi, penyakit empedu, jantung , kanker, dan lain-lain.

Gangguan Makan Kompulsif