Hukum Termodinamika 1 2 3 dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hukum Termodinamika 1 2 3 dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Berbicara tentang mesin tubuh manusia tidak lengkap bila kita tidak membahas tentang hukum termodinamika fiska yang berlaku pada mesin. Membaca judul di atas, jangan membayangkan rumus-rumus fisika dan kimia yang rumit. Hukum termodinamika berlaku universal sehingga dapat ditearpkan pada semua bidang ilmu. Kita akan membahas hubungannya dengan mesin tubuh manusia.

Hukum I Termodinamika:

“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain”

Sumber utama energy di bumi ini adalah sinar matahari.tumbuhan mengambil energy sinar matahari dengan melakukan fotosintesis dan mengonversikan energinya dalam bentuk cadangan makanan pada tumbuhan. Hewan herbivore mendapat energy dengan makan utumbuhan, hewan karnivora mendapat energy dengan memakan hewan lainnya. Energy hanya berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain. Energy tidak dapat dimusnahkan dan tidak dapat diciptakan. Artinya, tanpa matahari, semua kehidupan di dunia akan berakhir

Hukum II Termodinamika

“Total entropi dari suatu system cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya waktu dan mendekati nilai maksimumnya. Menurut hukum II termodinamika, pada kondisi normal, seluruh benda hidup atau mati akan aus, rusak, lapuk, terurai, dan hancur seiring berjalannya waktu.”

Entropi adalah tingkat ketidakteraturan suatu system. Semakin lama, entropi akan makin tinggi dan mengakibatkan system semakin tidak teratur sehingga ntropi mencarapi maksimal dan akhirnya mati atau musnah.

Menurut hukum II termodinamika, semua benda yang ada di dunia akan aus, rusak. Masalahnya, berapa lama benda atau makhluk hidup itu bisa bertahan? Apakah daya tahannya bisa diperpanjang?

Apa yang menyebabkan benda atau makhluk hidup menjadi aus dan lapuk? Kita perhatikan sepotong besi, dengan berjalannya waktu akan teroksidasi menjadi berkarat. Lama-kelamaan, esi akan aus dan habis. Besi dapat dipercepat karatnya dengan direndam dalam air, tetapi juga dapat diperlambat karatnya dengan mengecat dengan lapisan anti karat. Bagaimana dengan tubuh manusia?

Jika semua penyebab kehancuran tubuh manusia dari factor, seperti kecelakaan, infeksi dan lainnya disingkirkan, factor apa yang membuat system tubuh manusia menjadi aus dan berjalannya waktu?

Menilik hukum I termodinamika, yang menyatakan energy tidak dapat diciptakan atau dimushankan tetapi dapat dikonversi dari satu bentuk ke bentuk lain, kita akan memperoleh suatu titik terang. Sumber energy utama yang ad di alam adalah sinar matahari. Dengan proses fotosintesis, tumbuhan mengambil enrgi dari sinar matahari.

Kemudian, tumbuhan dimakan oleh binatang herbivore,berpindahlah energy ke herbivore. Lalu, herbivore dimakan oleh binatang karnivora, maka terjadi konversi lagi energy ke binatang karnivora. Manusia mendapat energy dengan cara makan segalanya, baik dari hewan maupun tumbuhan.

Energy dari makanan yang kita makan dikonversikan dalam tubuh kita dengan reaksi kimia dalma sel tubuh menjadi energy tubuh. Energy yang dihasilkan digunakan dalam proses metabolism, untuk gerak tubuh, proses tumbuh kembang, dan lainnya. Pada masa pertumbuhan, tubuh memrlukan energy lebih besar untuk mendorong pertumbuhan sampai usia 25 tahun.

Setelah masa pertumbuhan, hormone pertumbuhan akan menurun sejalan dengan umur sehingga pertumbuhan melambat dan terjadi resiko kelebihan energy dari maknan yang dikonsumsi, bagaimana jika yang kita makan selalu berlebih sehingga energy yang dihasilkan berlebih? Ke mana energy berlebih tersebut akan diubang?

Energy yang berlebih tidak dapat dimusnahkan. Tetapi akan dikonversi menjadi energy gerak atau disimpan sebagai cadangan makanan atau lemak tubuh. Namun, bagaimana jika energy berlebih terus-menerus?

Renungkan ilustrasi berikut:

Sebuah rumah memiliki dua orang pekerja yang bernama LDL dan HDL. Rumah tersebut memiliki kamar tidur, kamar mesin untuk menghidupkan listrik rumah, dapur, dan sebuah gudang. Setiap hari, urmah tersebut mendapat kiriman satu karung beras dan lauk pauk.

Beras diakai setiap hari, sisanya ditimbun dalam gudang. Pekerja LDL bertugas menimbun beras hanya sampai di lorong gudang. Pekerja LDL bertugas menimbun beras hanya sampai di lorong gudang, sedangkan pekerja HDL mengangkutnya ke dalam gudang. Ketika gudang sudah penuh, HDL kesulitan memasukkan sisa beras ke gudang sehingga kerjanya menjadi lambat.

Sedangkan pekerja LDL tetap menimbun dan menimbun di sepanjang lorong, masuk sehingga menganggu jalan masuk ke kamar-kamar lain. Jika jalan masuk ke kamar mesin tertutup, maka listrik rumah itu akan mati. Hika jalan ke dapur tertutup, maka penghuni rumah akhirna mati kelaparan karena tidak bisa memasak lagi.

Kelebihan-kelebihan energy yang kita makan secara perlahan-lahan tertimbun dalam tubuh kita. Dalam batas tertentu, tubuh sebenarnya punya gudang penimbunan yang normal. Yang berbahyaa adalah hika kelebihan ini akhirnya masuk dalam pembuluh darah dalam bentuk kolestrol jahat LDL yang membuat plak aterosklerosis sehingga lumen rongga) pembuluh darah menyempit sehingga mengaggu aliran darah dan suplai makanan ke organ-organ tubuh.

Akibatnya fungsi organ tuuh makin lama akan makin menurun. Yang fatal jika kemudian aterosklerosis akhirnya menyumbat pembuluh darah otak yang menyebabkan stroke atau menyumbat arteri koroner jantung yang sering menyebabkan kematian mendadak.

Dari pemaparan di atas tampak salah satu faktro penyebab ausnya tubuh manusia adalah kelebihan energy. Timbul pertanyaan, apakah dengan membatasi asupan makanan dapat memperpanjang umur seseorang? Beberapa penelitian pada hewatn percobaan menunjukkan hasil bahwa dengan membatasi pemberian makan pada hewan memperpanjang umurnya. Namun, hal ini masih memerlukan penilitian-penelitian yang lebih lengkap.

Mari kita kaji pualu Okinawa di jepang. Pulai ini menjadi terkenal karena memiliki rasio manusia berusia 100 tahun atau lebih tertinggi di dunia, yaitu 5 orang berusia 100 tahun atau lebih untuk tiap 10.000 penduduk. Warga pulau Okinawa tidak terbiasa mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Kebanyakan dari mereka makan dari hasil kebun sendiri, ikan, dan tahu. Sebelum makan, mereka mengucapkan kata, hara hachi bu yang aritnya makan hingga kenyang 80%. Sederhana sekali. Ucapan yang sederhana ini telah membuat penduduk pulau Okinawa panjang umur.

Namun kenyataan, hara hachi bu mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Perlu disiplin dan tekad yang kuat untuk melaksanakanny. Godaan maknaan enak yang tersaji di atas meja makan membuat perut ingin makan sampai puas. Manusia tertua di dunia (saat artikel ini ditulis) yang diakui adalah seorang pria jepang bernama Jiroemon Kimura.

Ia berusai 115 tahun lebih dan bukan secara kebetulan pula Jiraemon Kimura mempunyai moto hidup: eat light to live long atau makan sedikit untuk panjang umur.

“salah satu factor penyebab ausnya tubuh manusia adalah kelebihan energy (kalor). Membatasi masuknya makanan harus dilakukan dengan hati-hati. Target utama yang diinginkan adalah menjaga jangan sampai kelebihan kalori, tetapi tetap mengonsumsi maknan yang engandung nilai-nilai gizi yang diperlukan. Menguranig makan secar tidak tepat justru akan menimbulkan malnutrisi (kurang gizi) yang bisa berkaibat sering jatuh sakit dan umur lebih pendek.”

hukum termodinamika 1 2 3 dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh

Hukum III Termodinamika

“Suatu system mencapai temperature nol absolute, semua proses akan berhenti dan entropi system akan mendekati nilai minimum. Entropi benda yang berstruktur Kristal sempurna pada temperature nol absolute bernilai nol.”

Membaca hukum ketiga ini, kita bisa mengartikan bahwa pada suhu nol mutlak, kerusakan sel tubuh adalah minimal. Hukum ketiga ini telah diterapkan oleh Robert Ettinger, seorang ilmuwan Amerika yang menemukan teknik cryonic untuk membekukan mayat agar selnya tidak rusak sehingga bisa dibangkitkan kembali jika ditemukan obat yang menyebabkan kematiannya. Apakah ide ini logis? Sulit untuk menjawabnya, karena Robert Ettingger akhirnya menjadi pasien ke 106 yang diawetkan dengan teknologi ini.

Dalam kehidupan nyata, hukum ketiga data kita asumsikan dengan semakin bayak terpapar panas sinar matahari, metabolism semakin tinggi sehingga proses penuaan menjadi lebih cepat, terutama pada bagian yang terpapar langsung seperti kulit dan rambut.